Kamis, 02 Februari 2012

CEPOT MASK PAPERCRAFT

Sastrajingga alias Cepot adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen (sebetulnya Cepot lahir dari saung). Wataknya humoris, suka banyol ngabodor, tak peduli kepada siapa pun baik ksatria, raja maupun para dewa. Kendati begitu lewat humornya dia tetap memberi nasehat petuah dan kritik.

Lakonnya biasanya dikeluarkan oleh dalang di tengah kisah. Selalu menemani para ksatria, terutama Arjuna, Ksatria Madukara yang jadi majikannya. Cepot digunakan dalang untuk menyampaikan pesan-pesan bebas bagi pemirsa dan penonton baik itu nasihat, kritik maupun petuah dan sindiran yang tentu saja disampaikan sambil guyon.

Dalam berkelahi atau perang, Sastrajingga biasa ikut dengan bersenjata bedog alias golok. Dalam pengembangannya Cepot juga punya senjata panah. Para denawa (raksasa/buta) biasa jadi lawannya.

Sastrajingga merupakan tokoh panakawan putra Semar Badranaya.

Sastra adalah tulisan. Jingga adalah merah. Si Cepot adalah gambaran tokoh wayang yang mempunyai kelakuan buruk ibarat seorang siswa yang mempunyai rapot merah.

Namun demikian ia sangat setia mengikuti Semar kemana saja dia pergi.

Kehadirannya dalam setiap pagelaran wayang golek sangat dinanti-nanti karena kekocakannya. Asep Sunandar Sunarya menjadikan si Cepot sebagai kokojo / tokoh unggulan pada setiap pagelaran. Bahkan tanda tangan Asep Sunandar ditulis atas nama Cepot.

- (wayanggolek.net) - 

Papercraft. 
 Urang Sunda hirup keur Sunda,
Pada kesempatan ini saya mencoba membuat karakter "SUNDA" yaitu Karakter Cepot berupa topeng dari kertas. saya buat karena kecintaan saya terhadap seni budaya sunda. "SENI ANU LUHUNG TEU ADIGUNG"















Download Pola Cepot


Kamis, 13 Oktober 2011

PESAWAT ANGKUT C-295 PERTAMA KALI MENDARAT DI LANUD SJAMSUDIN NOOR

dikutip dari http://tni-au.mil.id
Pesawat angkut militer Type C-295 dengan Nomor Registrasi EC-296 keluaran pabrik pesawat Casa Airbus Spanyol dengan Kapten Pilot Komandan Skadron Udara 2 Letkol Pnb Moh. Mujib beserta 13 Awak Pesawat pertamakali mendarat di Lanud Sjamsudin Noor Senin (10/10).
Komandan Lanud Samsudin Noor Letkol Pnb Mokh. Mukhson beserta Staf Operasi dan jajaran pendukung penerbangan Lanud Sam menyambut kedatangan pesawat angkut versi Militer jenis/Type C-295 yang mendarat tepat pukul 14.40 WITA. Di Lanud Samsudin Noor Banjarmasin. Pesawat tersebut sedang mengemban misi untuk melaksanakan Uji Navigasi Jarak Jauh dalam rangka uji coba dan penjajakan terhadap kemampuan pesawat dan kemampuan Air Crew dalam mengoperasikan pesawat tersebut, yang rencananya untuk menambah kekuatan Alut Sista TNI AU kususnya pesawat Angkut Militer di Skadron angkut ringan yang berkedudukan di Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta. Pesawat tersebut diproduksi oleh pabrik pesawat terbang Casa Airbus Militery Spanyol. Saat ini masih dalam proses penjajakan uji kemampuan dan jika memenuhi standart sesuai kriteria yang dikehendaki TNI AU maka pesawat tersebut akan dibeli TNI AU dan Pabrik Pesawat Cassa Airbus Militery Spanyol akan bekerjasama dengan Industri Pesawat terbang Indonesia (PTDI) guna memproduksi pesawat terbang tersebut di PTDI.
Pesawat tersebut memiliki kemampuan multi fungsi artinya bisa ubah-ubah sesuai fungsi tugas yang akan di embanya, yaitu bisa diubah menjadi pesawat angkut VIP, sebagai Ambulan udara, sebagai pesawat Komando pengendalian, sebagai pesawat Angkut pasukan tempur, sebagai pesawat angkut logistik, sebagai pesawat untuk Penerjunan pasukan dan penerjunan logistik, Sebagai pesawat SAR Tempur, Sebagai pesawat Patroli Maritim dan Anti kapal selam bisa juga digunakan sebagai pesawat Air to air refuuelling.
Komandan Lanud Sam menyempatkan diri untuk masuk cockpit pesawat guna melihat dari dekat teknologi yang dimiliki pesawat tersebut. Beliau mengatakan kagum dan bangga terhadap pesawat tersebut karena jika terwujud menjadi kekuatan Alut Sista TNI AU maka disamping akan memperlancar dukungan operasi penerbangan TNI AU juga akan ada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari Negara maju bagi TNI AU kususnya dan generasi penerus bangsa pada umumnya serta yang tidak kalah penting akan memajukan perkembangan industry pesawat terbang Indonesia yang satu satunya dimiliki bangsa Indonesia (PTDI).
Seusai mendarat di Lanud Samsudin Noor Pesawat tersebut akan melanjutkan penerbangan untuk menuju Pangkalan TNI AU Balikpapan.
sumber: http://tni-au.mil.id/berita/pesawat-angkut-militer-c-295-pertama-kali-mendarat-di-lanud-sjamsudin-noor

Senin, 26 September 2011

Shaun The Sheep

Shaun the Sheep is a British stop-motion animated children's television series produced by Aardman Animations, and commissioned by the BBC and the WDR. It first aired in the UK on CBBC in March 2007. The show consists of 80 episodes in 2 seasons, and is currently in hiatus.

Wikipedia

Papercraft




Download Pattern

Rabu, 14 September 2011

CN 235 MPA Indonesian Airforce

The CASA/IPTN CN-235 is a medium-range twin-engined transport plane that was jointly developed by CASA of Spain and IPTN of Indonesia as a regional airliner and military transport. Its primary military roles include maritime patrol, surveillance, and air transport. Its largest user is Turkey which has 61 aircraft.

Design and development

The project was a joint venture between CASA and Indonesian manufacturer IPTN, which formed the Airtec company to manage the programme. The partnership applied only to the Series 10 and Series 100/110, with later versions being developed independently. Over 230 of all versions of CN-235 are in service and have accumulated more than 500,000 flight hours.
Design began in January 1980 with first flight on 11 November 1983. Spanish and Indonesian certification was on 20 June 1986; the first flight of the production aircraft was on 19 August 1986 and FAA type approval was granted on 3 December 1986. The aircraft entered service on 1 March 1988
In 1995, CASA launched development of a stretched CN-235 as the C-295. In December 2002, the Columbian Navy ordered two CN-235 for patrol and anti-drug trafficking missions.
In April 2005, Venezuela ordered two CN-235 maritime surveillance aircraft plus 10 transport planes but the operation was halted due the United States refuse to allow US technology to be transferred.[1]
In January 2006, Thailand placed an order with Dirgantara for ten aircraft, six for the Ministry of Defence and four for the Ministry of Agriculture.
In December 2007, Spain ordered two CN-235 maritime patrol aircraft for the Guardia Civil, for delivery 2008–2009.
One CN-235 MPA aircraft was delivered by Dirgantara to the Indonesian defence ministry in June 2008.

In August 2006, three CASA CN-235-10 aircraft remain in airline service, in Africa, with Safair (two) and Tiko Air (one).[2] Asian Spirit operates a lone CN-235-220 in the Philippines, correct as of June/July 2007.
The Irish Air Corps operates two CASA aircraft for maritime patrol duty.
There are at least two CN-235s flying with the United States Air Force for an undisclosed role with the 427th Special Operations Squadron, located at the former Pope AFB, North Carolina.[3][verification needed]
In early July 2008, The Mexican Navy announced that it will purchase six CASA CN-235s from Spain.[4] In April 2010, Hervé Morin, French Minister of Defence, announced the order of eight CN-235-300s from Spain.[5]
On 2011, PT Dirgantara Indonesia is still working on 4 CN-235-110 MPAs for South Korea Coast Guard with amount of $96 million

Specifications (CN-235-100)

EADS CASA CN-235.svg
Data from Jane's All The World's Aircraft 1993–94[13]
General characteristics
Performance
 ( Wikipedia )

PAPERCRAFT

I am pleased to share Papercraft Model CN-235 MPA. With the hope of military aviation in Indonesia  is becoming increasingly advanced and get the maximum rank in the world.






Download Pattern

Pengikut